Owa Kalawat Dievakuasi dari Tempat Wisata Rawen

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) mengevakuasi empat satwa dilindungi dari tempat wisata Rawa Wendu di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalteng Nizar Ardhanianto mengatakan telah mengamankan buaya senyulong, buaya muara, binturong, dan owa kalawat atau owa-owa.

Setelah menerima laporan warga mengenai keberadaan satwa dilindungi di tempat wisata tersebut, petugas BKSDA menemui pemilik Rawa Wendu.

Hal itu dilakukan untuk meminta keterangan mengenai izin pemeliharaan satwa-satwa tersebut.

“Setelah ditanyakan, ternyata pemilik tempat wisata tidak memiliki izin, sehingga berdasarkan kesepakatan, satwa yang dilindungi itu dievakuasi dari objek wisata itu,” kata Nizar.

BKSDA juga menyampaikan kepada pemilik tempat wisata bahwa memelihara apalagi memanfaatkan satwa dilindungi untuk tujuan komersil tanpa izin merupakan pelanggaran.

Nizar menjelaskan pula bahwa satwa yang dievakuasi dari tempat wisata Rawa Wendu akan diperiksa kondisi kesehatannya dan kemudian direhabilitasi.

Rehabilitasi owa kalawat yang merupakan owa khas kalimantan akan dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Kalaweit Kalimantan Tengah di Palangka Raya.

Sedangkan binturong akan dibawa ke pusat rehabilitasi satwa di Dusun Pararawen, Kabupaten Barito Utara. Sementara buaya muara dan buaya senyulong akan dibawa ke Tangkiling.

“Satwa liar tersebut direhabilitasi terlebih dahulu mengingat lima satwa ini sudah terbiasa kontak langsung dengan manusia,” katanya.

Setelah menjalani rehabilitasi dan dinilai bisa kembali ke habitat aslinya, satwa-satwa tersebut akan dilepasliarkan di kawasan cagar alam.

Sumber: lampung.antaranews.com

1 thought on “Owa Kalawat Dievakuasi dari Tempat Wisata Rawen”

Leave a comment

LAPOR

Jika kamu menemukan plagiasi pada karya ini, silakan laporkan dengan mengisi form berikut.

Untuk memperkuat verifikasi dugaan plagiasi, silakan menambahkan sumber berupa tautan atau tangkapan layar. Pelaporan tanpa sumber bukti yang kredibel tidak akan kami proses.

Maksimal 1 Mb