Forum Jejaring Konservasi Owa (Jejak Owa) melakukan audiensi ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI pada 18 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkenalkan Forum Jejak Owa dan memperluas kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan. Forum Jejak Owa yang diwakili oleh Bernard T. Wahyu Wiryanta dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) dan Meidiyanto dari Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT) diterima oleh Direktur Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik (KSG) Kemenhut RI, Nunu Anugrah, S.Hut., M.Sc. dengan baik.
Dalam paparan kepada Direktur KSG, Jejak Owa mempresentasikan program jangka pendek dan jangka panjang, yaitu penguatan kapasitas tiap lembaga dan target untuk melakukan survei nasional populasi dan sebaran owa jawa (Hylobates moloch) di seluruh Pulau Jawa.
Sementara itu, Nunu Anugrah, ketika menerima tim Jejak Owa menyambut baik atas terbentuknya kolaborasi 8 lembaga dalam forum ini. Nunu mengatakan bahwa pemerintah, dalam hal ini diwakili oleh Kemenhut siap berkolaborasi dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Jejak Owa, terutama dalam upaya konservasi owa jawa, dan spesies owa lainnya di Indonesia.
Dalam arahannya Nunu Anugrah menyampaikan bahwa teman-teman Jejak Owa dapat mulai menyamakan visi dan misi serta membuat standar yang sama, terutama dalam metode survei populasi dan metode konservasi owa jawa.
“Kita bisa mulai mendata kantong-kantong yang menjadi habitat owa jawa, dan membina komunitas lokal di habitat owa supaya lebih peduli dan terlibat aktif dalam upaya konservasi owa jawa di daerahnya. Ini bisa membantu monitoring dan memperluas jaringan para pemerhati dan pelaku konservasi owa jawa,” tegas Nunu.

Baca Juga: Bersatunya Pegiat Konservasi Owa dalam Pembentukan Forum ‘Jejak Owa’
Jejak Owa Siapkan Ekspansi Regional dan Survei Nasional Owa Jawa
Bernard T. Wahyu Wiryanta, founder SCF menyampaikan bahwa saat ini, anggota Jejak Owa baru terbentuk di Regional Jawa saja, sedangkan pembentukan Forum Jejak Owa di Regional Kalimantan dan Regional Sumatera akan menyusul. Mengingat di Indonesia terdapat sembilan spesies owa, satu diantaranya ada di Pulau Jawa dan delapan lainnya tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
“Sebelumnya, Pak Direktur KSG menyampaikan bahwa survei nasional juga dilaksanakan oleh lembaga konservasi macan tutul jawa yang dilaksanakan pada tahun 2024-2026. Oleh karena itu, beliau berharap survei nasional juga dilakukan oleh lembaga konservasi owa yang dapat diwakili oleh Jejak Owa pada tahun 2027 mendatang,” tutur Bernard.
Sementara itu, Meidiyanto dari YCKT yang telah banyak melakukan konservasi owa dan satwa dilindungi lainnya secara ex situ menyampaikan bahwa Jejak Owa akan memperkuat kapasitas anggota masing-masing lembaga dengan berbagai kompetensi di bidang konservasi owa, termasuk pembuatan materi edukasi untuk masyarakat umum. Hal itu sesuai arahan dari Kemenhut untuk tahun 2026.
“Kita akan memetakan sebarannya, terutama mencari kantong-kantong baru habitat owa jawa di Pulau Jawa, baru pada tahun 2027 nanti kita akan melakukan survei nasional populasi owa jawa. Juga mitigasi potensi ancamannya secara ex situ maupun in situ, sekaligus melakukan perlindungan habitat owa jawa yang ada,” tutup Meidi.
1 thought on “Jejak Owa Perkuat Kolaborasi melalui Rencana Survei Nasional Populasi Owa Jawa Tahun 2027”
Comments are closed.