Pelihara Owa, Awas Potensi Penyakit Ini!

Memelihara owa saat ini rasanya menjadi tren. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya orang yang ingin memelihara di media sosial.

Padahal, owa yang masih berkerabat dengan manusia sangat mungkin menularkan berbagai penyakit.

Penyebaran penyakit dari satwa ke manusia inilah yang disebut zoonosis. Masalahnya, dari 1.407 penyebab penyakit pada manusia, 58% bersifat zoonosis.

Pemelihara owa biasanya memeluk, menggendong, memberi makan, dan membersihkan kotoran owa.

Akibat interaksi ini bisa menularkan kuman penyebab penyakit pada manusia. Dan tak dipungkiri bisa menyebabkan masalah serius.

Keadaan di Pusat Wabah Covid-19 via Reuters

Berikut beberapa penyakit yang berpotensi disebabkan karena memelihara owa:

Hepatitis B

Awalnya virus Hepatitis B ini ditemukan pada tubuh monyet makaka. Pada monyet makaka, virus ini hanya menyebabkan penyakit ringan.

Namun pada manusia dan primata lainnya (termasuk owa), bahkan bisa menyebabkan masalah serius misalnya kematian.

Hepatitis B juga dapat menyebabkan kerusakan otak parah. Infeksi baru terasa setelah 3 sampai satu bulan.

Tubuh penderita akan merasakan demam dan menggigil, sakit otot, kelelahan, sakit kepala, serta bagian tubuh yang berkontak dengan owa akan melepuh.

Penderita hepatitis B bisa tertular karena digigit, dicakar, atau menyentuh cairan dari owa misalnya liur dan air seni owa.

owa covid-2019
Waspadai penularan penyakit dari hewan ke manusia via Facebook

Penularan Virus Herpes Manusia Tipe-1 ke Owa

Selain tertular dari satwa liar, catatan tentang penularan Virus Herpes Manusia Tipe-1 pada owa serudung hingga menyebabkan kematian telah tercatat pada artikel berjudul Fatal human herpesvirus type 1 infection in a white-handed gibbon (Hylobates lar) ini.

Kesimpulan

Ini membuktikan bahwa penularan dari dan ke satwa liar sangat berpotensi terjadi.

Selain penyakit-penyakit di atas, memelihara owa juga berpotensi tercakar, tergigit, atau terinfeksi penyakit membahayakan lainnya.

Contohnya adalah COVID-19 yang awalnya merebak di Tiongkok di penghujung tahun 2019 dan menjadi pandemi hingga saat ini.

Berdasarkan pemberitaan di media, awal mula virus ini berasal dari kontaminasi di pasar hewan liar di daerah Wuhan.

Makin banyak permintaan terhadap owa sebagai satwa peliharaan dapat meningkatkan potensi penularan penyakit-penyakit lain.

Jadi, daripada terkena penyakit yang disebarkan oleh hewan liar seperti owa lebih baik tidak memeliharanya. Hitung-hitung menjaga kelestariannya, kan?

Foto fitur: liputan6.com

1,011 thoughts on “Pelihara Owa, Awas Potensi Penyakit Ini!”

  1. Thank you for another fantastic post. Where else could anyone get that kind of information in such a perfect approach of writing?I have a presentation subsequent week, and I’m at the look for suchinformation.

  2. I’m truly enjoying the design and layout of your blog.It’s a very easy on the eyes which makes it much more pleasant forme to come here and visit more often. Did you hire out a developer to create your theme?Fantastic work!

  3. A motivating discussion is definitely worth comment. There’s no doubt that that you need to write more on this subject, it may not be a taboo matter but generally people don’t discuss such subjects. To the next! Cheers!!

  4. Good day! I could have sworn I’ve been to this blog before but after looking at many of the posts I realized it’s new to me. Nonetheless, I’m definitely delighted I stumbled upon it and I’ll be book-marking it and checking back often.

  5. Nice read, I just passed this onto a colleague who was doing some research on that. And he actually bought me lunch as I found it for him smile Thus let me rephrase that: Thanks for lunch! “Procrastination is the thief of time.” by Edward Young.

  6. Very nice post. I just stumbled upon your blogand wanted to say that I have truly enjoyed surfing around your blog posts.After all I’ll be subscribing to your rss feed and I hope you write again soon!

Leave a comment

LAPOR

Jika kamu menemukan plagiasi pada karya ini, silakan laporkan dengan mengisi form berikut.

Untuk memperkuat verifikasi dugaan plagiasi, silakan menambahkan sumber berupa tautan atau tangkapan layar. Pelaporan tanpa sumber bukti yang kredibel tidak akan kami proses.

Maksimal 1 Mb