Owa Siamang Mimi dan Momo Ditranslokasi ke Sumatra Barat

Owa siamang bernama mimi yang sempat dipelihara oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta akan ditranslokasikan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali ke Pusat Rehabilitasi Satwa Kalaweit Sumatera di Supayang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Mimi akan ditranslokasi bersama 1 owa siamang lainnya bernama Momo. Diketahui Momo merupakan owa siamang yang diserahkan secara sukarela oleh warga.

Kepala BKSDA Bali, Raden Agus Budi Santosa mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BKSDA Sumatra Barat untuk memastikan kelayakan prasarana rehabilitasi kedua owa tersebut.

“BKSDA Bali juga telah mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan terkait keterangan sehat dan perilaku satwa, seperti melaksanakan uji pengambilan sampel darah dengan metode uji rabies elisa antibodi. Sebab Owa Siamang adalah sejenis primata yang bisa menjadi salah satu hospes pembawa virus rabies,” jelasnya seperti dilansir dari detik.com

Baca juga : Owa Siamang Diserahkan Polres Lampung Tengah ke BKSDA

Menurutnya, dari hasil uji rabies elisa antibodi dinyatakan bahwa owa siamang mimi dan momo bebas rabies. Selain hasil rabies elisa antibodi yang negatif, satwa Siamang tersebut juga telah mengantongi sertifikat kesehatan (health certificate) dari Karantina Pertanian Kelas I Denpasar berdasarkan pemeriksaan dari laboratorium karantina hewan.

“Dokumen administrasi lainnya terkait surat angkut satwa telah dilengkapi dengan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATS-DN) serta Berita Acara Penyerahan Satwa Liar dari Balai KSDA Bali Ke Balai KSDA Sumatera Barat,” ujarnya.

Translokasi, lanjutnya, akan dilakukan menggunakan moda transportasi darat dengan kerjasama antara BKSDA Bali, Jaringan Satwa International (JSI) dan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS)-Tabanan. Satwa diangkut sesuai dengan standar animal welfare atau kesejahteraan satwa.

Selama perjalanan owa siamang mimi dan momo akan didampingi oleh petugas BKSDA Bali, dokter hewan/tenaga medis dan perawat satwa dari PPS Bali-Tabanan yang menangani satwa selama ini.

“Teknis perlakuan satwa selama perjalanan nanti adalah kedua satwa tetap ditempatkan di dalam kabin mobil karena untuk satwa yang bayi akan dipangku karena masih memerlukan pendampingan untuk diberikan susu formula setiap 2 jam sekali,” paparnya.

Leave a comment

LAPOR

Jika kamu menemukan plagiasi pada karya ini, silakan laporkan dengan mengisi form berikut.

Untuk memperkuat verifikasi dugaan plagiasi, silakan menambahkan sumber berupa tautan atau tangkapan layar. Pelaporan tanpa sumber bukti yang kredibel tidak akan kami proses.

Maksimal 1 Mb