Owa Siamang Diserahkan Lanal Lhokseumawe ke BKSDA Aceh

Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe BKSDA Aceh, sampai dengan Senin (22/3/2021) masih mengamankan seekor satwa liar yakni owa siamang (Symphalangus syndactylus).

Sedangkan satwa liar ini merupakan serahan secara sukarela dari Lanal Lhokseumawe, beberapa hari lalu.

“Sampai saat ini siamang tersebut masih di kantor kami,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe BKSDA Aceh, Kamarudzaman S.Hut.

Kondisi satwa yang berhasil dievakuasi tersebut berada dalam keadaan sehat dan sudah jinak, karena sering berinteraksi dengan manusia. 

Satwa ini berjenis kelamin betina ini diperkirakan berumur ± 4 tahun. 

Pihaknya memberikan apresiasi terhadap upaya TNI Angkatan Laut yang ikut membantu dalam pelestarian keanekaragaman hayati, melalui penyerahan secara sukarela terhadap jenis satwa liar yang dilindungi ini.  

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memelihara jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi berdasar peraturan yang berlaku,” harapnya.

Dijelaskan juga, owa siamang merupakan satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi. 

Owa siamang termasuk ke dalam kategor satwa liar dengan status Endangered atau Terancam berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species. 

Distribusi populasi dari owa siamang di Indonesia hanya berada di Pulau Sumatra. 

Satwa ini juga termasuk kategori Appendix I berdasarkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), dimana tidak boleh diperdagangkan dalam bentuk hidup ataupun mati. 

Siamang termasuk satwa arboreal yang hampir sebagian besar hidupnya dihabiskan di pepohonan. 

Populasi satwa ini sudah mengalami penurunan, akibat deforestasi yang semakin marak terjadi dan peningkatan kerusakan atau gangguan akibat manusia terhadap satwa liar ini. 

Selain itu, masih banyaknya perdagangan ilegal terhadap satwa ini juga menjadi ancaman bagi keberadaaan Owa Siamang ini.

Sumber: aceh.tribunnews.com, dengan penyesuaian redaksional.


Leave a comment

LAPOR

Jika kamu menemukan plagiasi pada karya ini, silakan laporkan dengan mengisi form berikut.

Untuk memperkuat verifikasi dugaan plagiasi, silakan menambahkan sumber berupa tautan atau tangkapan layar. Pelaporan tanpa sumber bukti yang kredibel tidak akan kami proses.

Maksimal 1 Mb