Tragis! Rinja si Siamang Malang Ditembak 4 Kali

Hasil X-ray/rontgen Rinja (Foto. BKSDA Bengkulu Lampung)

Trauma mendalam Rinja yang menyayat hati. Rinja diamankan setelah kerap bolak-balik masuk ke permukiman. Perilaku Rinja dianggap meresahkan karena beberapa kali menyerang warga hingga menyebabkan korban terluka akibat gigitan.

Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah III Lampung bersama dokter hewan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan berhasil mengevakuasi Rinja di kawasan permukiman Dusun 4 Beringin Jaya, Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Rinja Siamang Perlu Penanganan Medis Intensif

Rinja saat operasi pengangkatan peluru (Foto. @femkedenhaas di Instagram)

Pemeriksaan tim dokter hewan Yayasan Jaringan Satwa Indonesia melaporkan hasil pemeriksaan medis dan foto x-ray milik Rinja. Tim dokter hewan mengungkap ada 4 peluru senapan angin tertanam di tubuhnya. Tiga butir peluru yang tertanam di bagian kepala, leher, dan punggung berhasil diangkat melalui tindakan medis. Namun, satu butir peluru lainnya berada di area panggul dan posisinya terlalu berisiko untuk dioperasi.

Selain penanganan luka, Rinja juga butuh pemeriksaan lanjutan. Serangkaian pemeriksaan kesehatan seperti tes tuberkulosis (TB), pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) dan kimia darah, serta pengambilan serum darah untuk memastikan ada atau tidaknya virus rabies. Saat ini, Rinja masih dalam masa observasi selama tiga hari sebelum lanjut ke tahapan pemeriksaan berikutnya. Apabila seluruh hasil menyatakan kondisi baik, maka Rinja dapat keluar dari kandang karantina atau kandang isolasi. 

Baca juga: Bahaya Kabel Listrik Mengintai Siamang

Bermula dari Pemberian Pakan Sembarangan

Berdasarkan keterangan warga, siamang sering terlihat berkeliaran di sekitar permukiman. Masyarakat menyebut ada tiga ekor siamang, namun hanya Rinja yang terbiasa diberi makan oleh warga. Wah #KawanOwa, ngasih makan satwa liar sembarangan malah jadi petaka, nih! 

“Satwa liar yang terbiasa diberi makan oleh manusia akan mengalami perubahan perilaku alami. Ketergantungan terhadap manusia dapat memicu konflik yang membahayakan masyarakat maupun satwa itu sendiri,” tegas Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, S.Hut., M.Sc.

Dugaan Lain Muncul

Rinja si siamang malang (Foto. @femkedenhaas di Instagram)

Dalam unggahan Jakarta Animal Aid Network Indonesia (JAAN) disebutkan bahwa Rinja diduga terluka akibat tembakan setelah bayinya diambil. Peristiwa ini bisa saja menjadi akar dari permasalahan konflik sesungguhnya. Namun hingga kini belum ditemukan pernyataan resmi yang mengonfirmasi klaim tersebut.

Rinja adalah siamang betina yang sedang memiliki bayi, keterangan ini diberikan oleh JAAN sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang konservasi. Sebelum mendapatkan bayi owa, induknya bahkan tidak jarang seluruh anggota keluarganya harus dibunuh. Hingga kini, alasan pasti mengapa Rinja ditembak belum terungkap. Versi yang muncul di ruang publik beragam, mulai dari konflik dengan warga hingga dugaan faktor lain yang belum terverifikasi.Tidak adanya penyelidikan yang mengungkap pelaku maupun motif penembakan membuat sebagian pertanyaan mengenai masa lalu Rinja masih belum terjawab.

Hidup Rukun Sama Satwa Liar

Di balik perburuan dan pemeliharaan satwa liar, ada luka yang tak mudah pulih.  Bukan tanpa alasan satwa liar sering masuk ke permukiman. Bisa jadi habitat, sumber pakan, atau akses air mereka semakin berkurang. Eksploitasi berlebihan serta perburuan satwa liar punya efek buruk dan dampak panjang kedepannya. Dampak yang bisa memperparah kerusakan lingkungan dan terganggunya ekosistem alam. Dampak ini sering kita ga sadari padahal bisa jadi dampak negatif di kehidupan manusia. Karena itu, menghargai dan memahami satwa liar jadi penting. Dengan memberi ruang pada mereka, kehidupan manusia dan satwa liar bisa berjalan lebih harmonis dan masing-masing bisa menjalani peran kehidupannya.

LAPOR

Jika kamu menemukan plagiasi pada karya ini, silakan laporkan dengan mengisi form berikut.

Untuk memperkuat verifikasi dugaan plagiasi, silakan menambahkan sumber berupa tautan atau tangkapan layar. Pelaporan tanpa sumber bukti yang kredibel tidak akan kami proses.

Maksimal 1 Mb