Bahaya Kabel Listrik Mengintai Siamang

Siamang tewas tergantung (Foto oleh BBKSDA Sumatera Utara)

Seekor siamang ditemukan dalam kondisi tewas tergantung di kabel listrik yang berlokasi di Dusun Sijomba, Desa Lumban Gaol, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba pada 7 Mei 2026. Warga awalnya melapor karena ada gangguan pada listrik mereka. Setelah ditelusuri petugas, barulah ketahuan kalau ada siamang yang sudah tewas tergantung. Siamang malang dengan luka bekas tersetrum di tubuhnya itu pun dievakuasi dan dikuburkan oleh petugas Resor SM. Dolok Surungan III di belakang kantor resor SM. Dolok Surungan III.

Induk siamang tewas di lokasi berbeda (Foto oleh Dharma Harisa Kompas.com)

Nahas nasib siamang di lokasi berbeda. Dalam kurun waktu yang dekat juga terjadi kembali insiden tragis yang menimpa siamang. Kali ini di kawasan Kelok 9, Sumatera Barat pada 18 Mei 2026. Induk siamang dilaporkan tewas tersengat listrik setelah melintasi jaringan kabel listrik. Induk siamang itu melintasi kabel listrik bersama anaknya. Sayangnya, sang Ibu tewas di tempat dengan kondisi luka bakar di kedua tangannya. Sementara itu, anaknya berhasil selamat. Warga kemudian menyerahkan anak siamang kepada BKSDA untuk penanganan lebih lanjut. 

Baca juga: Perdagangan Ilegal Lintas Negara, 2 Bayi Owa Ungko Jadi Korban

Insiden Kesetrum Listrik Sering Terjadi

Ilustrasi kabel tiang listrik (Foto oleh Wikimedia Commons)

Bukan cuma siamang, banyak satwa liar lainnya juga menghadapi ancaman serupa. Sengatan listrik sudah lama menjadi perhatian upaya konservasi. Kabel-kabel tanpa isolator melintas di dekat habitat para satwa. Masalah ini sering mengancam satwa yang aktif berpindah seperti gajah, lutung, hingga owa. 

Konflik antara manusia dengan satwa liar sering kali berujung kepada isu pembangunan dan kemanusiaan sekaligus masalah konservasi. Tidak hanya itu, Laporan IUCN menyebutkan dibutuhkan pendekatan yang terencana dengan baik dan terintegrasi dalam pengelolaan konflik manusai dan satwa liar. Mengarah pada bentuk hidup berdampingan antara manusia dan hewan. Pendekatan ini memerlukan upaya di bidang pencegahan, mitigasi, penanggulangan, penelitian, dan pemantauan, yang semuanya didukung oleh kebijakan yang kuat serta partisipasi masyarakat setempat.

Pembangunan jaringan kelistrikan memang menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Namun, hal itu perlu selaras dengan upaya konservasi satwa dilindungi. Kejadian ini menjadi pengingat buat kita semua. Banyak satwa liar menghadapi berbagai ancaman di habitatnya, termasuk risiko dengan infrastruktur buatan manusia. Semoga ke depan ada langkah bersama dari pihak terkait untuk mencari solusi yang lebih aman bagi satwa liar.

Ditulis oleh: Khoirun Nisa Julianti

LAPOR

Jika kamu menemukan plagiasi pada karya ini, silakan laporkan dengan mengisi form berikut.

Untuk memperkuat verifikasi dugaan plagiasi, silakan menambahkan sumber berupa tautan atau tangkapan layar. Pelaporan tanpa sumber bukti yang kredibel tidak akan kami proses.

Maksimal 1 Mb