Dua Tahun Direhabilitasi, Owa Ungko dan Siamang Siap Dilepasliarkan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) akan melepas enam ekor owa siamang ke habitat aslinya.

Satwa-satwa itu akan menempati tempat tinggal barunya di Suaka Margasatwa (SM) Isau-Isau, Kabupaten Lahat setelah menjalani proses habituasi.

Kepala BKSDA Sumsel Resort Kota Palembang, M. Andriansyah mengatakan hewan tersebut diserahkan warga ke petugas.

Owa siamang tersebut kebanyakan dipelihara sejak kecil. Namun, setelah dewasa, warga yang memelihara tidak sanggup lagi memberikan makanan. Padahal memelihara owa siamang dilarang dan melanggar hukum.

“Hewan seperti ini ‘kan semakin dewasa, makannya juga makin banyak. Makanya, kebanyakan warga tidak sanggup lagi memelihara dan langsung menyerahkannya ke kami,” kata Andriansyah, Selasa (17/11).

Andriansyah menuturkan owa siamang tersebut sebelumnya dilakukan habitasi di Pulau Bangka. Proses habitasi dimaksudkan untuk mengembalikan sifat liarnya. Selain itu, adaptasi terhadap hutan tempat mereka tinggal nantinya.

Salah satu owa siamang yang direhabilitasi via IDN Times/Erfizal

Untuk owa siamang, Andriansyah menjelaskan hewan tersebut saat ini kondisinya cukup langka dan hampir terancam punah. Mereka biasanya diburu dan ditangkap sewaktu kecil serta dijualbelikan.

“Begitu mendapat penyerahan dari warga, kami cek dulu kesehatan hewannya. Jika dalam kondisi sakit, mereka akan dipulihkan terlebih dahulu,” katanya.

Proses habituasi biasanya akan dilakukan selama dua minggu. Bahkan bisa lebih. Tergantung dari kondisinya. Selama rentang waktu tersebut, hewan akan diberikan makanan sesuai dengan yang tersedia di hutan tempatnya tinggal. Interaksi dengan manusia dibatasi. Hanya saat memberi makan saja.

Andriansyah menuturkan hewan yang dihabituasi rata-rata sudah memiliki sifat jinak karena sering berinteraksi dengan manusia.

“Rata-rata mereka ini jinak tapi sifat liarnya masih ada. Inilah yang berusaha kita kembalikan lagi,” ucapnya.

Tahun ini, sambung Andriansyah, pihaknya sudah menerima sebanyak 30 ekor hewan liar dan telah dilepaskan ke alam liar. Jenisnya beragam. Ada buaya, burung hantu, kura-kura, siamang, beruang dan harimau.

“Hewannya biasanya diserahkan dalam kondisi sehat. Tetapi ada juga yang sakit. Seperti burung elang yang dilepaskan beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Dijelaskan, penentuan lokasi rumah bagi hewan liar disesuaikan berdasarkan jenisnya. Sebab, jika nantinya tidak sesuai dengan kebiasaan maupun makanannya, hewan tersebut malah bisa menjadi hama bagi habitatnya.

Sumber: mediaindonesia.com

Leave a Reply