Minggu 26 Juli 2026, warga menemukan owa ungko (Hylobates agilis) dalam kondisi lemah di Desa Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Warga yang melihat kejadian segera melaporkan penemuan owa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi. Tim Seksi Wilayah I BKSDA Jambi dengan cepat melakukan evakuasi dan membawa ungko ke Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Pemeriksaan intensif dilakukan untuk mengetahui kondisi luka secara menyeluruh. Tim medis kemudian menemukan empat butir peluru senapan angin dari pemeriksaan rontgen. Temuan inilah yang menjadi acuan bagi tim medis untuk segara menentukan tindakan operasi dan perawatan lanjutan untuk menyelamatkan owa.
Perjuangan Tim Medis Berhasil

Temuan empat proyektil yang bersarang pada bagian tubuh owa memperkuat asumsi bahwa owa ungko malang merupakan korban dari perburuan ilegal. Untuk menyelamatkan kondisi owa yang semakin kritis, BKSDA Jambi mengerahkan segenap tim medis untuk segera melakukan tindakan operasi. Syukurnya, proses operasi berjalan lancar dan seluruh proyektil berhasil dikeluarkan dari tubuh owa.
Kepulihan Perlahan Asa
Kini, owa ungko yang diberi nama Asa ini menunjukkan perkembangan yang positif. Nafsu makannya sudah membaik dan ia kembali aktif bergerak. Hingga saat ini Asa masih menjalani pemantauan intensif. Pemantauan intensif selama masa pemulihan dilakukan untuk memastikan kondisinya benar-benar pulih hingga siap dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
“Kini sudah dalam kondisi jauh membaik. Sudah menunjukkan sifat liarnya kembali. Setelah selesai (pemantauan) akan kita lepasliarkan kembali.” kata Himawan Sasongko, Kepala BKSDA Jambi.
Baca juga: Modus Perdagangan Siamang Kini Manfaatkan Layanan Daring
Apa Pentingnya Pelepasliaran Buat Owa?
Pelepasliaran owa ke hutan alami merupakan upaya konservasi untuk meningkatkan populasi owa di alam. Mengingat fungsi ekologis owa sebagai penyebar biji-bijian alami agar hutan tetap lestari. Owa memang dirancang untuk hidup di hutan. Ciri fisik dan kehidupan di hutan yang luas paling cocok buat owa berayun kesana-kemari. No stress club! Owa di habitatnya akan lebih bebas untuk mengekspresikan perilaku alaminya.
#KawanOwa mari kita doakan supaya Asa bisa lekas dan kembali bergabung bersama keluarganya di hutan.
Ditulis oleh: Khoirun Nisa Julianti